Sena

Gerimis datang membasahi bumi. Semakin menderas dengan angin yang beterbangan menyelimuti pudarnya siang. Sore ini damai. Ia membuai dan menenangkan.

Matahari tak hanya tersenyum karena sore yang indah, tetapi dia tau bahwa saat ini adalah saat yang spesial. Angin menari mengikuti irama hujan. Dedaunan bernyanyi merdu mengiringi tarian angin. Matahari tersenyum lebar di balik awannya dan berkata, "Ini saatnya!". Pelangi pun hadir meneteskan kemurnian warna yang berpadu dengan hujan, tarian angin, dan iringan merdu kehidupan. Disana, kelembutan rumput datang menampungnya. Menimang dan membisikkan kasih sayang. Kemudian dia lahir. Dia, kekuatan akan keindahan, kasih sayang dan kebesaran alam. Dia, yang bernama...  Sena

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mandau

Penyakit Kesedihan (Sena/4)

Last Day of #31HariMenulis